Jakarta - Adobe memberikan
sneak peek dalam bentuk video yang menunjukkan tool baru yang akan
hadir di Photoshop. Tool berikut berfungsi untuk menajamkan gambar yang
blur.
Sebenarnya Adobe sudah pernah memperlihatkan tool bernama Camera Shake
Reduction ini pada Oktober 2011 silam. Dan sekarang mereka kembali
memberikan gambaran bagaimana ia bekerja di Photoshop.
'Shake Reduction' bisa dijumpai di opsi Sharpen yang ada di menu Filter.
Berikut ini adalah perbandingan foto yang sebelumnya blur, menjadi
lebih tajam setelah diolah dengan fitur tersebut. "Tool
ini bekerja sangat baik untuk foto yang diambil saat kondisi low light
atau shutter speed yang rendah," tukas Senior Photoshop Product Manager,
Zorana Gee.
Video sneak peek berikut hadir menjelang konferensi Adobe Max yang akan
digelar Mei mendatang. Di ajang tersebut, Adobe akan mengumumkan lebih
banyak lagi fitur baru.
Nokia meluncurkan ponsel low end seri 105. Ponsel yang dibanderol
seharga 15 Euro atau sekitar Rp 190.000 itu diperuntukkan bagi mereka
yang hanya menggunakan ponsel untuk menelepon dan SMS. Fiturnya tak
banyak, tapi daya tahan baterainya luar biasa, satu bulan lebih.
"Ponsel ini sangat esensial, tanpa mengabaikan desain, ponsel ini
menawarkan semua kebutuhan utama pengguna yaitu menelepon dan pesan
singkat," kata Executive Vice President of Design at Nokia Marko
Ahtisaari saat memperkenalkan ponsel tersebut dalam World Mobile
Congress di Barcelona, Spanyol, Senin (25/2/2013).
Marko mengklaim, ponsel low end ini memiliki daya tahan baterai yang
tangguh, 35 hari standby dan 12,5 jam bicara. Saat acara peluncuran, ia
menunjukkan bar baterai yang tersisa 3/4 bar. "Anda lihat indikator
baterai, saya men-charge-nya dua minggu lalu," kata dia.
Feature phone ini memiliki fitur radio FM dan lampu flash di sisi
atasnya yang dapat digunakan sebagai senter. Ada dua pilihan warna, cyan
dan hitam.
Layarnya terlihat tidak besar karena memang tidak banyak aneka fitur
yang ditanam di dalamnya. Juga tidak ada kamera. Jadi, ponsel anyar ini
benar-benar fungsional untuk kebutuhan dasar sebuah ponsel.
Nokia 105 akan masuk ke pasar Indonesia pada kuartal pertama tahun 2013 ini.
Posisi Samsung di puncak memang masih sulit digoyahkan. Mereka menguasai
jagat smartphone Android di samping masih giat meluncurkan ponsel
berjenis feature phone.
Samsung pun mencatatkan penjualan sebesar 100,6 juta unit ponsel.
Membuat vendor asal Korea Selatan ini meraih 23,6% market share.
2. Nokia
Nokia memang cukup kelimpungan ditekan Android dan iPhone di segmen
smartphone. Namun mereka masih sangat kuat di pasar menengah ke bawah,
ditunjang model Nokia Asha.
Nokia memperoleh penjualan sejumlah 63,2 juta unit ponsel. Dengan perolehan market share 14,8%.
3. Apple
Apple hanya punya beberapa model smartphone dan sama sekali tidak
menjual feature phone. Namun mereka mampu menembus posisi tiga besar
berbekal nama besar iPhone.
Vendor asal Amerika Serikat ini mencatatkan penjualan 38,3 juta unit ponsel. Dengan raihan pangsa pasar 9%.
4. LG Electronics
LG sebagai pemain lama di industri ponsel dunia masih banyak diminati.
Mereka cukup agresif merilis ponsel di hampir semua rentang harga.
Vendor asal Korea Selatan ini mencatat penjualan sejumlah 15,6 juta unit ponsel. Dengan market share sebesar 3,7%.
5. ZTE
ZTE menjadi vendor asal China yang menempati posisi tertinggi dalam
daftar ini. Mereka memang kian agresif mengepakkan sayapnya ke
mancanegara.
Menurut Gartner, ZTE menjual sebanyak 14,6 juta unit ponsel. Sehingga mereka memperoleh pangsa pasar 3,4%.
6. Huawei
Huawei yang juga dikenal sebagai vendor infrastruktur telekomunikasi
papan atas semakin menanjak di pasar ponsel dunia. Didukung strategi
harga terjangkau dan produk lumayan berkualitas.
Vendor asal China tersebut berhasil menjual 11,1 juta unit ponsel. Dengan raihan market share sebesar 2,6%.
7. TCL Communications
Besarnya pasar China dengan populasi penduduk melimpah membuat banyak
vendor lokal berjaya. Salah satunya adalah TCL Communications.
TCL tercatat menjual sebanyak 8,5 juta unit ponsel di kuartal 1 2013. Membuat mereka memiliki pangsa pasar 2%.
8. Sony Mobile
Sejak berpisah dengan Ericsson, performa bisnis ponsel Sony menunjukkan
tanda tanda perbaikan. Ditunjang flagship populer seperti Xperia Z
dengan diferensiasi tahan debu dan air.
Vendor asal Jepang tersebut mencatat penjualan 7,9 juta unit ponsel. Dengan market share di kisaran 1,9%.
9. Lenovo
Lenovo yang sebelumnya lebih dikenal sebagai produsen komputer PC mulai
menunjukkan taringnya di industri ponsel. Di mana pada kuartal 1 2013,
mereka menjual 7,7 juta unit ponsel.
Lenovo meraih market share 1,8%. Penjualan mereka cukup banyak ditopang kuatnya pasar di negara asalnya, China.
10. Yulong
Nama Yulong barangkali masih sangat asing di industri smartphone dunia. Namun di negara asalnya China, mereka sangat diminati.
Buktinya, Yulong berhasil menjual 7,4 juta unit ponsel selama kuartal 1 2013. Dengan raihan market share sebesar 1,8%.
Tokyo - Seperti smartphone dan tablet, kertas pun bisa menjadi media layar sentuh. Teknologi terbaru yang dikembangkan Fujitsu, memungkinkan jari-jari si pengguna 'menari' di atas kertas seperti bernavigasi pada layar smartphone.
Dikutip detikINET dari Mashable, Rabu (17/4/2013), teknologi milik Fujitsu tersebut bisa mendeteksi objek yang disentuh jari, kemudian mengubah permukaan apapun, termasuk kertas, meja atau dinding menjadi media touchscreen.
"Sistem ini tidak menggunakan hardware khusus. Hanya berisi perangkat webcam dan proyektor biasa. Kemampuan 'menyulap' ini didapat dengan teknologi image processing," jelas Taichi Murase, peneliti di Media Service System Lab Fujitsu.
Seperti terlihat dalam video presentasi, diperlihatkan bagaimana kita bisa memanipulasi data pada selembar kertas, menggunakan gerakan jari. Seperti di smartphone atau tablet, pengguna bisa mengkopi gambar atau teks lalu menyimpannya ke memori.
Tak hanya pada permukaan yang datar, teknologi ini juga bisa diaplikasikan di permukaan yang melengkung atau tidak rata. Ini memberikan keuntungan agar bisa memanipulasi data dari media seperti buku.
Meski teknologi ini masih dalam tahap peragaan, para peneliti di Fujitsu berencana mengembangkannya untuk kepentingan komersial. Diharapkan pada tahun fiskal 2014, produk ini sudah bisa dirilis ke pasar.